Analisis Tren Korupsi Penyelewengan Anggaran Kegiatan Proyek Fiktif di Indonesia Berdasarkan Data Indonesia Corruption Watch (ICW) Periode 2016-2024
DOI:
https://doi.org/10.33197/jabe.vol12.iss1.2026.3425Keywords:
Korupsi, Penyelewengan Anggaran, Proyek Fiktif, Analisis TrenAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren korupsi penyelewengan anggaran dalam bentuk proyek fiktif di Indonesia berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW) periode 2016–2024. Korupsi proyek fiktif merupakan salah satu bentuk penyimpangan anggaran yang paling merugikan karena dana publik dicairkan tanpa menghasilkan output pembangunan yang nyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tren (trend analysis) dengan pendekatan data runtut waktu (time series) untuk mengidentifikasi pola perubahan jumlah kasus dan nilai kerugian negara dari tahun ke tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi penyelewengan anggaran memiliki pola yang fluktuatif namun bersifat persisten. Jumlah kasus tidak berkembang secara linier, melainkan mengalami lonjakan signifikan pada periode tertentu, khususnya pada tahun 2017, 2021 dan 2022. Dari sisi kerugian negara, ditemukan volatilitas yang tinggi dengan puncak kerugian terjadi pada tahun 2022 yang mencapai lebih dari Rp17 triliun. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik korupsi semakin terkonsentrasi pada proyek-proyek bernilai besar dan kompleks, yang memiliki tingkat risiko penyimpangan yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi tata kelola dan digitalisasi anggaran belum sepenuhnya mampu menekan praktik proyek fiktif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan berbasis risiko, audit investigatif, dan transparansi anggaran yang lebih efektif untuk meminimalkan kerugian negara di masa mendatang.
Downloads
References
Albrecht, W. S., Albrecht, C. C., & Albrecht, C. O. (2018). Fraud examination (6th ed.).
Cressey, D. R. (1953). Other people’s money: A study in the social psychology of embezzlement.
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2010). Basic econometrics (5th ed.).
Hartono. (2022). Akuntabilitas publik dan risiko penyimpangan anggaran sektor publik. Jurnal Akuntansi Sektor Publik, 14(2), 101–115.
Indonesia Corruption Watch. (2025). Laporan tahunan tren korupsi di Indonesia 2016–2024
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X
Kapardis, A., & Sergaki, P. (2020). Fraud rationalization and organizational behavior. Journal of Financial Crime, 27(3), 673–688. https://doi.org/10.1108/JFC-11-2019-0148
Klitgaard, R. (1988). Controlling corruption. University of California Press.
Nguyen, T. T., & Tran, Q. H. (2021). Public procurement fraud and fictitious projects in developing countries. Journal of Public Budgeting, Accounting & Financial Management, 33(4), 589–607. https://doi.org/10.1108/JPBAFM-02-2020-0025
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2017). Preventing corruption in public procurement. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264270930-en
Rose-Ackerman, S., & Palifka, B. J. (2016). Corruption and government: Causes, consequences, and reform (2nd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139962933
Smith, M., & Albrecht, W. S. (2019). Fraud risk and internal control effectiveness. Accounting Perspectives, 18(2), 145–162. https://doi.org/10.1111/1911-3838.12192
Suharto, E., & Nugraha, A. (2017). Teori principal–agent dalam pengelolaan keuangan publik. Jurnal Administrasi Publik, 12(1), 45–58.
Wells, J. T. (2017). Corporate fraud handbook: Prevention and detection (4th ed.). Wiley.
Wolfe, D. T., & Hermanson, D. R. (2016). The fraud diamond: Considering the four elements of fraud. CPA Journal, 86(12), 38–42.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Akuntansi Bisnis dan Ekonomi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Submission of a manuscript implies that the submitted work has not been published before (except as part of a thesis or report, or abstract); that it is not under consideration for publication elsewhere; that its publication has been approved by all co-authors. If and when the manuscript is accepted for publication, the author(s) still hold the copyright and retain publishing rights without restrictions. Authors or others are allowed to multiply the article as long as not for commercial purposes. For the new invention, authors are suggested to manage its patent before published. The license type is CC-BY-SA 4.0.










