ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DEFECT STRUKTUR BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SIX SIGMA

Penulis

  • Kartika Hapsari Politeknik Negeri Jakarta
  • Ajeng Sukaena Beddu Politeknik Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.33197/jitter.vol12.iss3.2026.3695

Kata Kunci:

Cacat Mutu, DMAIC, Pengendalian Mutu, Six Sigma, Struktur Beton Bertulang

Abstrak

Pekerjaan struktur beton bertulang merupakan komponen utama bangunan yang harus memenuhi standar mutu karena berpengaruh terhadap keamanan dan kinerja struktur. Namun, pada pelaksanaan proyek konstruksi masih ditemukan berbagai defect yang dapat menurunkan kualitas pekerjaan dan memerlukan tindakan perbaikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis defect yang dominan, mengukur tingkat kapabilitas proses menggunakan metode Six Sigma, menganalisis faktor dominan penyebab defect, serta menyusun usulan perbaikan untuk meningkatkan mutu pekerjaan struktur beton bertulang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Data penelitian diperoleh melalui Non-Conformance Report (NCR), observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara pada Proyek Kantor X, Jakarta Pusat. Tahap Measure dilakukan dengan menghitung Defect per Million Opportunities (DPMO) dan tingkat sigma, sedangkan tahap Analyze menggunakan diagram fishbone serta analisis nilai mean untuk menentukan faktor penyebab dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defect keropos merupakan jenis defect yang paling dominan dengan persentase sebesar 48,78% pada kolom, 43,54% pada pelat, dan 40,00% pada dinding struktur. Tingkat sigma yang diperoleh berturut-turut sebesar 2,76 pada kolom, 2,90 pada pelat, dan 2,67 pada dinding struktur, yang menunjukkan bahwa kualitas proses masih berada pada tingkat rata-rata industri dan memerlukan peningkatan. Analisis faktor penyebab menunjukkan bahwa faktor sumber daya manusia merupakan penyebab dominan dengan nilai mean sebesar 12,83, sedangkan indikator yang paling berpengaruh adalah ketidaktelitian dan ketidakdisiplinan tenaga kerja dengan nilai mean sebesar 3,375. Berdasarkan hasil tersebut, diusulkan peningkatan pengawasan, pengarahan tenaga kerja, penerapan prosedur kerja yang lebih disiplin, serta pengendalian mutu secara berkelanjutan untuk meminimalkan terjadinya defect pada pekerjaan struktur beton bertulang.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-26

Cara Mengutip

[1]
K. Hapsari dan A. Sukaena Beddu, “ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DEFECT STRUKTUR BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SIX SIGMA”, JITTER, vol. 12, no. 3, Agu 2026.

Terbitan

Bagian

Articles