PERBANDINGAN FUZZY AHP-SAW DENGAN FUZZY AHP-VIKOR UNTUK MENINGKATKAN DAYA SERAP POLITEKNIK TERHADAP INDUSTRI

PERBANDINGAN FUZZY AHP-SAW DENGAN FUZZY AHP-VIKOR UNTUK MENINGKATKAN DAYA SERAP POLITEKNIK TERHADAP INDUSTRI

  • Dani Anggoro Universitas Budi Luhur
  • Nawindah Nawindah Universitas Budi Luhur
Keywords: Pemilihan jurusan, Fuzzy AHP-SAW, Fuzzy AHP-VIKOR

Abstract

Peningkatan daya serap Politeknik terhadap industri sangat dipengaruhi oleh lulusannya salah satunya dipengaruhi oleh pemilihan jurusan yang merupakan awal untuk menciptakan mahasiswa yang ahli dibidangnya. Penentuan kriteria, subkriteria dan alternatif menggunakan Cochran Q Test. Untuk mendapatkan bobot digunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Kriteria yaitu jurusan sekolah asal, subkriteria yaitu IPA, IPS, AK, PJ/PM. Kriteria hasil tes bakat minat yaitu sanguinis, melankolis, korelis dan plegmatis. Alternatif diantaranya Computerized Accounting (CA), Office Management (OM), Informatics Computer (IC). Pada pemilihan jurusan ini peneliti membandingkan metode yang sesuaidengan Fuzzy Multi Attribute Decision Making metode Analytic HierarchyProcess (AHP)- Simple Additive Weighting (SAW) dan metode Analytic Hierarchy VIKOR (Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje). Daya serap terhadap industri menggunakan metode deskriptif dengan alat ukur service quality hasilnya industri puas terhadap lulusan yang berkerja pada industri baik dari hardskill dan softskill. Metode Fuzzy AHP-SAW urut peringkat 1,2 dan 3 yaitu alternatif IC dengan nilai V1 1.76144, alternatif CA dengan nilai V2=1.56974, alternatif V3 dengan nilai OM =1.33618 . Menggunakan metode Fuzzy AHP-VIKOR dengan urut peringkat 1 sampai 3 yaitu alternatif IC dengan nilai Q1=0, alternatif CA dengan nilai Q2=1, alternatif OM dengan nilai Q3=1. Kedua metode tersebut dapat digunakan untuk rekomendasi pemilihan jurusan untuk politeknik LP3I kampus Karang Tengah.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-12-03
Section
Articles