Analisis Etika Privasi dan Keamanan Data MQTT-Telegram dalam Sistem Monitoring di Lingkungan Pendidikan
Kata Kunci:
AI Ethics, IoT, MQTT, Sekolah Inklusi, TelegramAbstrak
Pesatnya perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan pemantauan lingkungan belajar yang lebih intensif, terutama di sekolah inklusi di mana siswa berkebutuhan khusus memerlukan kenyaman lingkungan yang spesifik. Penggunaan protokol Message Queue Telemetry Transport (MQTT) yang diintegrasikan dengan aplikasi Telegram menyediakan sistem notifikasi berkinerja tinggi dan mudah diakses bagi Guru Pendamping Khusus (GPK). Namun, transmisi data sensitif siswa melalui platform pihak ketiga menciptakan risiko privasi dan dilema etika yang signifikan. Penelitian ini menggunakan studi literatur deskriptif-analitis untuk mengevaluasi implikasi etis penggunaan MQTT dan Telegram dalam konteks pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun performa teknis optimal, kurangnya enkripsi dan tata kelola data yang transparan melanggar etika dasar AI. Paper ini mengusulkan peningkatan (upgrade) berbasis “Security-by-Ethics”, yang melibatkan enkripsi end-to-end dan anonimisasi data, agar selaras dengan regulasi perlindungan data di Indonesia.


